Ternyata sangat tidak mudah mengungkapkan isi hati dan pikiran ke dalam rangkaian kata...
Minggu, 30 Agustus 2009
Sebuah Pertanyaan tentang Cinta
Ternyata sangat tidak mudah mengungkapkan isi hati dan pikiran ke dalam rangkaian kata...
Kamis, 28 Mei 2009
INDEPENDENSI TELEVISI DALAM PILPRES 2009

Loyalitas jurnalis adalah kepada publik. Kepentingan yang diusung dalam setiap pemberitaan adalah kepentingan masyarakat. Dua hal tersebut harus dimiliki stasiun televisi sebagai media informasi, terutama bagi stasiun tv yang mengklaim diri sebagai tv berita. Karena itulah, independensi stasiun tv harus terjaga agar konflik kepentingan—antara tokoh politik, partai politik tertentu, atau penguasa—bisa dihindari.
Dalam menyambut Pilpres 2009, stasiun tv sebagai media harus memberi gambaran secara utuh tentang profil para capres dan cawapres. Profil tersebut bukan sekadar biodata pribadi, tapi harus memperlihatkan prestasi dan kegagalan para calon pemimpin dalam kapasitas mereka sebagai individu, makhluk sosial, maupun tokoh masyarakat. Terlebih mereka yang pernah mengemban jabatan publik atau militer.
Tidak hanya memperlihatkan karakter pribadi dan pengalaman para calon pemimpin, media juga harus mampu menghadirkan analisis dan prediksi seputar duet kepemimpinan dan koalisi partai politik pendukung capres-cawapres. Dari profil pribadi, pendapat para pengamat politik, dan mengamati sepak terjang masing-masing calon pemimpin, media harus mampu menginformasikan kelebihan dan kekurangan ”paket” calon pemimpin 2009-2014.
Dalam menginformasikan kekuatan dan kelemahan tersebut, stasiun tv harus melakukannya dengan netral dan independen. Kunci utamanya adalah dengan tidak mengemukakan opini dalam pemberitaan seputar pilpres. Masyarakat cukup disodorkan fakta-fakta dari gambar di lapangan, diperdengarkan para tokoh yang diwawancarai, dan diperlihatkan data. Media memiliki kewajiban untuk menyuguhkan hal-hal positif maupun negatif. Namun hasil akhirnya tetap diserahkan kepada publik untuk menilai dan memutuskan.
Selain mengulas lengkap para calon pemimpin di pilpres 2009, stasiun tv juga harus menginformasikan tahapan pilpres dengan jelas. Di sinilah peran stasiun tv sebagai pendidik masyarakat dimainkan. Masyarakat harus tahu bagaimana para capres dan cawapres tersebut mematuhi jadwal yang diberikan KPU dan bagaimana mereka memanfaatkan hari-hari tersebut. Masyarakat diharapkan dapat melihat efektivitas dan efisiensi kampanye yang dilakukan para capres dan cawapres.
Independensi stasiun tv juga menjadi sangat penting karena masyarakat Indonesia sudah mulai kritis dalam menyikapi pemberitaan media. Simbol, narasi, cuplikan-cuplikan gambar dan kutipan pernyataan para tokoh yang tidak berimbang akan dengan mudah menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa stasiun tv yang menayangkannya adalah kendaraan politik tokoh atau parpol tertentu. Karena itulah, stasiun tv harus selektif menayangkan gambar, komentar, dan data. Temasuk di dalamnya narasumber, baik individu (pengamat politik) maupun sumber data lain (lembaga survei dan riset).
Jumat, 24 April 2009
Mencoba Jujur pada Diri Sendiri
Setelah dicoba, ternyata menyenangkan juga. Menenteramkan, malah. Karena tidak ada yang mengganjal di hati dan pikiran. Tidak ada yang membuat tidur terasa tidak nyenyak. Tidak ada yang membuat senyum terasa hambar untuk ditebar. Ternyata tidak ada ruginya menyenangkan diri sendiri sekaligus membahagiakan orang lain. Tidak ada salahnya menikmati apa yang dianugerahkan Allah pada hari itu. Yang terpenting, saya selalu mencoba menjaga syukur agar tak pernah lari. Agar kejujuran yang saya tanamkan ke diri saya, tidak lantas mengaburkan ke-hamba-an saya. Karena jujur, saya sangat takut kehilangan kesempatan untuk bahagia.
Minggu, 01 Maret 2009
Selalu Bersiap Diri

Kata Mario Teguh, kita harus menjadi orang yang siap. Dengan begitu, kita dapat memohon pada Tuhan untuk menggunakan kesiapan kita. Tuhan tidak akan memberikan kesempatan pada orang yang belum siap, atau tidak bisa menyiapkan diri dengan cepat. See?
Berarti memang tidak ada yang namanya kebetulan. Tidak ada yang namanya “just luck”. Kita mendapatkan sesuatu ketika kita siap. Ketika kita memohon (sambil setengah memaksa) tapi tidak juga dikabulkan, tengoklah kesiapan diri kita daripada menyalahkan keadaan. Tidak ada gunanya membandingkan “kekurangan” diri kita dengan kelebihan yang dimiliki orang lain. Lebih baik, inventarisir “kekayaan” diri yang ada pada diri kita lalu merancang berbagai rencana untuk ke depan. If plan A doesnt work, go to plan B. Dan seterusnya. Di situlah kegigihan kita diuji.
Bicara tentang kegigihan, saya teringat komentar seorang teman tentang hobi belanja saya. Dia bilang, jika perempuan bisa begitu gigih untuk berbelanja, kenapa laki-laki tidak bisa gigih memperjuangkan cinta? Belanja dan cinta. Saya hanya tersenyum melihat perbandingan itu. Sama-sama gigih, namun dalam situasi yang berbeda. Tapi intinya sama, mendapatkan sesuatu (dalam kasus cinta: seseorang).
Tapi, apakah ketidaksiapan bisa menjadi alasan kita menolak “anugerah” yang diberikan Tuhan? Misalnya saja cobaan atau ujian yang datang untuk menguji seberapa besar kesabaran kita menjalani hidup. Belum mendapat pekerjaan, belum menikah meski usia sudah hampir masuk tiga dekade, belum punya rumah sendiri, atau sudah bertahun-tahun tidak naik gaji..karena sepertinya hal-hal semacam itu tidak bisa dihindari.
Ya..seminim apapun “senjata” yang kita punya, kita harus selalu siap menghadapi peperangan. Walaupun kita merasa masih banyak hal yang belum berhasil kita capai, kita harus selalu siap menjalani hari esok. Hari gini masih ngerasa jadi orang paling menderita sedunia? Plis deh..Sudah bukan jamannya takluk pada kesusahan. Kini saatnya kita menaklukkan kesusahan. Bisa jadi, prinsip takut susah dan tidak mau susah adalah alasan kenapa praktik aborsi ilegal makin marak. Terakhir, sebuah klinik aborsi di Johar Baru, Jakarta digerebek polisi. Mirisnya, klinik itu telah beroperasi selama 10 tahun! Apakah ini tandanya semakin banyak orang tidak mau berjuang? Wallahu a'lam.
Masih banyak keindahan dunia yang bisa kita nikmati dengan cara yang santun. Masih banyak hal yang bisa dipelajari untuk memperkaya diri. Masih banyak networking yang bisa dibangun untuk mengembangkan diri. Dan masih banyak orang baik yang bisa dijadikan teman berbagi cerita. Berapa umur kita sekarang? 26, 29, 30? Tak perlu menyesali kenapa hingga sekarang belum bisa sesukses si A, B, atau C. Lebih baik tekadkan bahwa hidup kita dimulai sekarang. Saat ini. Itulah persiapan terbaik yang kita bisa kita lakukan. Setelah itu, kita tinggal menunggu kebaikan apa yang direncanakan Tuhan untuk kita.
Like Maya Angelou said, “Life is not measured by the number of breaths we take, but by the moments that take our breath away.”
Minggu, 22 Februari 2009
Campur Aduk..

About me now..
1. Di hari ulang tahun saya tahun ini, saya dihadiahi surprise party yang digagas sahabat saya. sangat berkesan, karena menghadirkan seseorang yang sempat membuat saya mengalami butterfly effect (*blushing*). Senang sekali. Padahal sejujurnya, saya saat itu tidak punya pretensi apa-apa tentang dia. Tapi tau bahwa dia mau menemui saya bersama sahabat-sahabat saya di hari istimewa, itu sudah membuat senyum saya mengembang sampai pagi. Setelah itu, tidak ada yang istimewa.
2. Bertekad menjadi orang yang lebih open minded dan lebih rileks menjalani kehidupan. Susah..karena otak saya terbiasa berpikir keras dan detail, bahkan cenderung berlebihan.
3. Minta cuti dua hari tapi malah disuruh cuti enam hari. Menarik di awalnya, karena saya punya rencana pergi ke luar Jakarta selama lima hari. Eh, ternyata acaranya batal..dan saya hanya pergi liburan dua hari. Sisanya, menyibukkan diri menghadiri berbagai acara di Jakarta.
4. Sempat mengalami disorientasi hidup. Tiba-tiba saja saya bingung, sebenernya apa sih yang saya mau, butuh, dan kejar dalam hidup ini? Untung seorang teman baik saya mengingatkan untuk selalu bersyukur.
5. Tiba-tiba merasa tidak diinginkan oleh siapa pun. Bagaimana rasanya merindukan seseorang yang tidak merindukan kita karena dia sudah bosan merindukan kita tapi kita tak kunjung merindukannya? Mengerikan..
6. Si bos menugaskan pekerjaan baru pada saya. Ada yang bilang pada saya, just begin to do it..
7. Mulai bisa mengurangi kecanduan cappucino float yang merusak diet raga dan diet kantong.
8. Merasa sedang mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Bahaya nih..
9. Tergila-gila pada Breaking Dawn!!! Renesmee is my fave. Tidak menyangka it’s happen to me again setelah Harry Potter. Dasar pengkhayal..
10. Memutuskan kembali berorganisasi setelah dua tahun lebih menarik diri. Banyak yang terlewat. Mungkin ini saatnya kembali menyibukkan diri daripada memenuhi otak dengan segudang kekhawatiran.
11. Menghayati kembali lagu It’s Hard to Say Good Bye nya Celine Dion & Paul Anka..won’t be demanding. If it’s what you want, it’s what i want..i want what’s best for you. Tragis...(sambil tetap berharap ada seseorang mengatakan, when u finally get to love somebody, guess what..it’s gonna be me dengan sangat pede untuk memenangkan hati saya).
12. Becoming a shopping freak! Tapi sudah berjanji tidak ada belanja hingga dua bulan mendatang. (kuat nggak ya? HARUS KUAT!!)
13. Sibuk menyemangati orang-orang terdekat dan setelah itu terhenyak, terhempas, dan ingin tidur terusss..karena nggak punya shoulder to cry on (bukan bermaksud mengecilkan peran sahabat2 terbaik saya, tapi...kalian ngerti, kan?)
14. Berdoa dan berusaha semoga bisa gigih mewujudkan target-target tahun ini.
Senin, 26 Januari 2009
My Inspiration: 9 Matahari Magic Words
I found many great quotes there..but my fave magic word is "when you're wishing to be someone else, someone else in somewhere is wishing to be you.." it's just like an answer for my ungrateful behavior. I should begin to concentrate on me. Myself. My strength. My ability. What i can give to others. I should not judge a book by it's cover.
Life is full of romance..when it comes to you in a colorful design. You dream, you struggle, you fall, you cry, you evaluate, you stand up, you work hard, you achieve. It's just like a rainbow that comes after heavy rain. Let's change that magic word into some magic actions. Start from now on...
PS: 9 Matahari told us that we should not regret what u did in the past, or bad situation you're facing now. But, suddenly i remember this S Club 7 song..
"Have You Ever"
Sometimes it's wrong to walk away, though you think it's over
Knowing there's so much more to say
Suddenly the moment's gone
And all your dreams are upside down
And you just wanna change the way the world goes round
Tell me, have you ever loved and lost somebody
Wished there was a chance to say I'm sorry
Can't you see, that's the way I feel about you and me, Baby
Have you ever felt your heart was breaking
Lookin down the road you should be taking
I should know, cos I loved and lost the day I let you go
Can't help but think that this is wrong, we should be together
Back in your arms where I belong
Now I've finally realised it was forever that I've found
I'd give it all to change the way the world goes round
Tell me, have you ever loved and lost somebody
Wished there was a chance to say I'm sorry
Can't you see, that's the way I feel about you and me, Baby
Have you ever felt your heart was breaking
Lookin down the road you should be taking
I should know, cos I loved and lost the day I let you go
I really wanna hear you say that you know just how it feels
To have it all and let it slip away, can't you see
Even though the moment's gone, I'm still holding on somehow
Wishing I could change the way the world goes round
Tell me, have you ever loved and lost somebody
Wished there was a chance to say I'm sorry (I'm sorry)
Can't you see, (ohhh) that's the way I feel about you and me, Baby
Have you ever felt your heart was breaking
Lookin down the road you should be taking
I should know, (I should know) cos I loved and lost the day I let
Yes I loved and lost the day I let
Yes I loved and lost the day I let you go
It's time to say good bye to all sad memories. And just like another magic word from Adenita, everybody can be a winner. So, don't sing (that song) too much :p